Showing posts with label KONTRAS. Show all posts
Showing posts with label KONTRAS. Show all posts

Saturday, April 9, 2011

Teori Brewster, Lingkaran Warna yang Bermakna

Pernahkah anda mendengar tentang Teori Brewster??? Atau Lingkaran Warna???

Teori Brewster adalah sebuah teori tentang warna yang menyederhanakan warna didunia ini menjadi 4 kelompok. Keempat kelompok tersebut adalah : Warna Primer, Warna Sekunder, Warna Tersier, dan Warna Netral.

  • Warna Primer warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-warna lain. Warna yang termasuk dalam golongan warna primer adalah merah, biru, dan kuning.
  • Warna Sekunder : hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning, hijau adalah campuran biru dan kuning, danungu adalah campuran merah dan biru.
  • Warna Tersier campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga.
  • Warna Netral : hasil campuran ketiga warna dasar dalam proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menuju hitam.
Brewster juga membagi warna pada lingkaran warna menjadi 2 kelompok besar, yaitu warna panas dan warna dingin. Warna panas dimulai dari kuning kehijauan hingga merah. Warna panas juga akan menghasilkan sensasi panas dan dekat. Sedangkan warna dingin dimulai dari ungu kemerahan hingga hijau. Dan warna dingin akan menghasilkan sensasi dingin dan jauh. 






Warna dalam Teori Brewster memiliki beberapa macam hubungan, yaitu :
  1. Kontras Komplementer : dua warna yang saling berseberangan (memiliki sudut 180°) di lingkaran warna. Dua warna dengan posisi kontras komplementer menghasilkan hubungan kontras paling kuat. Misalnya jingga dengan biru.
  2. Kontras Split Komplemen : dua warna yang saling agak berseberangan (memiliki sudut mendekati 180°). Misalnya Jingga memiliki hubungan split komplemen dengan hijau kebiruan.
  3. Kontras Triad Komplementer : tiga warna di lingkaran warna yang membentuk segitiga sama kaki dengan sudut 60°.
  4. Kontras Tetrad Komplementer : juga dengan double komplementer. Adalah empat warna yang membentuk bangun segi empat (dengan sudut 90°).
Kontras Triad Komplementer

Kontras Split Komplemen

Kontras Komplementer


Warna, Indah tapi Ternyata Ribet

Mungkin orang awam akan membagi warna-warna menjadi MEJIKU HIBINIU (Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, dan Ungu). Namun hal ini tidak berlaku pada orang-orang yang bekerja pada bidang yang berhubungan langsung dengan warna, contoh desain grafis, fotografer, lightning engineer, dan bidang grafis lainnya.

Saat kita mengedit foto menggunakan Adobe Photoshop atau software lainnya, dikenal istilah warna RGB atau CMYK. RGB merupakan singkatan dari Red, Green, dan Blue. Model warna ini menganggap bahwa warna yang kita kenal saat ini berasal dari 3 warna dasar yaitu merah, hijau, dan biru. RGB sendiri memiliki tujuan yaitu untuk representasi, merasakan, dan menampilkan gambar dalam suatu sistem elektronik (televisi, monitor, dll).

Sedangkan CMYK yang kepanjangannya Cyan Magenta Yellow Key adalah suatu proses pencampuran pigmen yang lazim digunakan dalam dunia percetakan. Sistem warna ini juga digunakan pada printer karena tingkat ekonomisnya. Model warna ini sering dijadikan referensi sebagai suatu proses pewarnaan dengan mempergunakan empat warna) adalah bagian dari model pewarnaan yang sering dipergunakan dalam pencetakan berwarna. Namun ia juga dipergunakan untuk menjelaskan proses pewarnaan itu sendiri. Meskipun berbeda-beda dari setiap tempat pencetakan, operator surat khabar, pabrik surat khabar dan pihak-pihak yang terkait, tinta untuk proses ini biasanya, diatur berdasarkan urutan dari singkatan tersebut.

Sebagai info tambahan, panjang gelombang warna yang bisa ditangkap oleh mata manusia berkisar antara 380-780 nanometer. Di dalam ilmu warna, hitam dianggap sebagai ketidakhadiran seluruh jenis gelombang warna. Sementara putih dianggap sebagai representasi kehadiran seluruh gelombang warna dengan proporsi seimbang. Secara ilmiah, keduanya bukanlah warna, meskipun bisa dihadirkan dalam bentuk pigmen.

Tanpa kita sadari ternyata warna-warna ini telah mengalami pengelompokan. Berikut adalah pengelompokan warna tersebut :

    1. Warna Netral warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna atau dengan kata lain bukan merupakan warna primer maupun sekunder. Warna ini merupakan campuran ketiga komponen warna sekaligus, tetapi tidak dalam komposisi tepat sama.
    2. Warna Kontras (Komplementer) warna yang berkesan berlawanan satu dengan lainnya. Warna kontras bisa didapatkan dari warna yang berseberangan (memotong titik tengah segitiga) terdiri atas warna primer dan warna sekunder. Tetapi tidak menutup kemungkinan pula membentuk kontras warna dengan menolah nilai ataupun kemurnian warna. Contoh warna kontras adalah merah dengan hijau, kuning dengan ungu dan biru dengan jingga.
    3. Warna Panas kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning. Warna ini menjadi simbol, riang, semangat, marah dsb. Warna panas mengesankan jarak yang dekat.
    4. Warna Dingin : kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu. Warna ini menjadi simbol kelembutan, sejuk, nyaman dsb. Warna dingin mengesankan jarak yang jauh.
Nilai warna ditentukan oleh tingkat kecerahan maupun kesuraman warna. Nilai ini dipengaruhi oleh penambahan putih ataupun hitam. Di dalam sistem RGB, nilai ini ditentukan oleh penambahan komponen merah, biru, dan hijau dalam komposisi yang tepat sama walaupun tidak harus penuh seratus persen.